Home » HEADLINE » Kapolsek Kelapa Kampit Bersama Forkopimda Tinjau Antrean BBM Subsidi di SPBU Hatika

Kapolsek Kelapa Kampit Bersama Forkopimda Tinjau Antrean BBM Subsidi di SPBU Hatika

Polres Belitung Timur – Hubungan Masyarakat, Kelapa Kampit. Kapolsek Kelapa Kampit IPTU Jonrudol Manungkalit, S.H., M.H., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Belitung Timur melaksanakan peninjauan langsung terkait permasalahan antrean dan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU Hatika 24334109, Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar, Kakankesbangpol Kabupaten Belitung Timur Evi Nardi, S.Sos., Kasatpol PP Kabupaten Belitung Timur Novis, S.T., M.I.L., personel Koramil 414-05/Kelapa Kampit, anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur Kamri, pengurus SPBU Hatika Hajarudin, Sekcam Kelapa Kampit Sumarno, serta personel Polsek Kelapa Kampit dan Satpol PP Kabupaten Belitung Timur.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk peninjauan langsung pemerintah setelah diberlakukannya kartu pengendali bagi pengecer BBM.

Ia mengimbau masyarakat yang telah mendapatkan kartu pengendali agar penjualan di kios-kios didokumentasikan dan dilaporkan kepada pihak kecamatan serta tidak melakukan penimbunan BBM.

“Petugas SPBU diharapkan tidak melakukan penyimpangan. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Khairil Anwar.

Selain itu, disampaikan bahwa penggunaan kartu pengendali untuk pengisian BBM bagi masyarakat dilakukan pada pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Penggunaan barcode juga harus disesuaikan dengan nomor polisi kendaraan dan apabila tidak sesuai, pengisian tidak dilayani.

Berdasarkan hasil peninjauan di SPBU Hatika 24334109, diketahui stok BBM yang tersedia yakni Pertalite sebanyak 18.000 liter, Pertamax 10.000 liter dan Bio Solar 8.000 liter. Sementara itu, SPBU tersebut tidak menjual Dexlite.

Di lokasi juga ditemukan antrean kendaraan roda empat sepanjang kurang lebih 200 meter dan kendaraan roda dua sekitar 20 meter.

Hasil peninjauan menunjukkan salah satu faktor yang menyebabkan proses pengisian berjalan lambat adalah terbatasnya penggunaan dispenser atau nozzle penyalur BBM sehingga berdampak pada panjangnya antrean kendaraan.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi, penggunaan pelat nomor palsu maupun kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi.

Kapolsek Kelapa Kampit bersama unsur Forkopimda menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap sesuai peruntukan serta mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat berdampak terhadap antrean di SPBU.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar SPBU Hatika terpantau aman, tertib dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan kamtibmas maupun penolakan dari masyarakat terhadap pelaksanaan peninjauan dan pemeriksaan.